Aturan Mengkonsumsi Minuman Isotonik
05.46
Anda pasti tahu minuman isotonik. Di saat cuaca panas dan harus
beraktivitas di luar ruang, minuman ini paling banyak dicari. Klaimnya,
minuman isotonik bisa cepat menghilangkan haus dan segera menggantikan
cairan tubuh yang hilang, akibat keringat yang bercucuran.
Aktivitas fisik memang berisiko membuat seseorang mengalami dehidrasi
dan menurunkan performa. Sebagai gambaran, kalau cairan tubuh berkurang
sebanyak lima persen, performa akan turun sebesar 20-30 persen. Jika
berkurang sebanyak 10 persen, akan mengakibatkan kelelahan akut. Paling
bahaya, kalau tubuh sampai kehilangan cairan sebanyak 20 persen dan
tidak segera ditangani, sebab dapat berujung pada kematian.
Pada aktivitas fisik biasa, tubuh kehilangan air sebanyak dua sampai
dua setengah liter perhari. Sekitar 60 persennya dikeluarkan melalui
keringat. Pada aktivitas fisik yang lebih berat seperti olahraga,
kehilangan air bisa mencapai satu hingga dua liter perjam.
Ya, Anda bisa cepat mengantisipasi risiko dehidrasi dengan minuman
isotonik. Minuman ini mengandung elektrolit dan karbohidrat sebesar
6-8%, osmolalitas atau kekentalannya sama dengan darah. Itu sebabnya,
minuman isotonik dapat lebih cepat diserap oleh tubuh dibanding jenis
minuman lainnya.
Konsumsilah minuman ini 10-15 menit sebelum latihan, sebanyak 200-250
ml. Ulangi setiap 20-30 menit sekali. Jika olahraga atau aktivitas
fisik yang Anda lakukan berintensitas tinggi, minum setiap 10 menit
sekali. Atau, minum secukupnya, setiap kali merasa haus.
Perlu diperhatikan: Penderita gagal ginjal, diabetes, sakit jantung,
dan penderita gangguan lambung sebaiknya berkonsultasi dengan dokter
sebelum mengonsumsi minuman ini. Hal ini disebabkan tubuh mereka
memiliki respons yang berbeda terhadap apa yang dikonsumsinya.
Hati-hati jika minuman yang Anda konsumsi berjenis minuman berenergi.
Periksa dulu label pada kemasan. Beberapa merk minuman mengandung
kafein yang jika dikonsumsi terlalu banyak, dapat mengakibatkan serangan
jantung mendadak, kata sebuah penelitian yang dilansir koran Independent di Inggris.
Minuman berenergi juga ada yang mengandung kafein tersembunyi yang
disebut gurana. Gurana diekstrak dari tumbuhan sejenis kopi di Brasil,
tapi konsentrasinya dua kali lebih kental dari kafein. Mencampur gurana
dengan ginseng dan taurine dapat menimbulkan reaksi tubuh yang tidak
terduga pada orang yang sehat sekalipun, kata salah seorang peneliti,
Dr. Sanchis-Gomar dari Universidad Europea de Madrid.
Batasi konsumsi minuman kafein Anda tidak lebih dari 200 ml perhari.
Jika rasa haus Anda belum hilang karena terlalu banyak keringat yang
keluar, pilih jenis minuman lain yang lebih aman.
Anda bisa membuat minuman isotonik sendiri, 200 ml sari jeruk atau
lemon, dicampur dengan satu liter air. Tambahkan satu gram (sejumput)
garam. Kocok, dan dinginkan. Air kelapa juga bisa berfungsi sebagai
isotonik alami bagi tubuh.
0 komentar