Minuman Ringan Bisa Menyebabkan Gagal Jantung
05.49
Hanya minum satu kaleng minuman ringan ternyata meningkatkan risiko sakit jantung secara dramatis. Minuman itu termasuk bersoda, manis, dan minuman lain dengan pemanis buatan.
Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang melibatkan 42 ribu
pria paruh baya yang minum dua kaleng minuman ringan ukuran 200 ml.
Kebiasan, ini ternyata meningkatkan risiko kegagalan jantung hingga 23 persen.
Studi tersebut membuat masyarakat makin cemas, bahwa gula menyebabkan
banyak masalah kesehatan. Komite penasihat sains untuk nutrisi dari
pemerintah Inggris sudah memperingatkan sejak musim panas ini agar orang
dewasa mengurangi asupan gula hingga setengah, tak lebih dari 30 gram
gula sehari.
Jumlah gula itu kurang dari satu kemasan 330 ml minuman berkarbonasi
yang mengandung 35 gram gula. Para ahli sebelumnya sudah memeringatkan
bahaya minuman manis yang mengubah tekanan darah, diabetes, serta stroke.
Peneliti dari Swedia menulis dalam jurnal medis Heart mengatakan, penelitian ini merupakan yang pertama membuktikan minuman manis menyebabkan gagal jantung. Gagal jantung disebabkan oleh kegagalan jantung memompa cukup darah ke seluruh tubuh, biasanya setelah serangan jantung.
Dalam bentuk paling parah, gagal jantung memiliki harapan hidup lebih buruk dari banyak jenis kanker.
Peneliti menanyai 42.400 pria usia antara 45 dan 79. Di awal studi,
mereka ditanyai makanan dan minuman yang diasup teratur. Selanjutnya,
mereka ini dilacak selama 12 tahun.
Selama periode waktu itu 3.604 kasus baru gagal jantung
terdiagnosa dan 509 orang meninggal karenanya. Setelah menghitung
faktor-faktor yang memengaruhi hal tersebut, dua sajian minuman manis
ternyata berpengaruh terhadap 23 persen peningkatan risiko gagal jantung dibandingkan dengan pria yang tak minum minuman ringan manis sama sekali.
Para peneliti yang juga terdiri dari peneliti Karolinska Institute
Stockholm menulis,"Penelitian kami menemukan konsumsi minuman manis
menyebabkan terjadinya kegagalan jantung."
Mereka menekankan, studi ini hanya melibatkan pria kulit putih dan
mungkin tidak bisa diterapkan ke kelompok usia lebih muda, wanita atau
pun kelompok etnis lain.
Para ahli lain menerima studi ini, tetapi memperingatkan bahwa orang
yang minum banyak minuman manis seringkali menerapkan pola makan buruk
yang cukup menerangkan kaitan tersebut.
Profesor Miguel Martinez-Gonzalez dari Spanyol menulis komentar di
jurnal Heart menambahkan,"Asosiasi yang dikenal dari minuman manis
dengan obesitas dan diabetes tipe 2 yang merupakan faktor risiko gagal jantung memperkuat bahwa penemuan ini masuk akal."
"Berdasarkan hasil ini, pesan terbaik untuk strategi pencegahan
adalah merekomendasikan konsumsi jarang-jarang minuman manis," katanya.
0 komentar