Sulitnya Menyembuhkan Insomnia
05.33
Buat sebagai orang, tidur mungkin adalah sesuatu yang secara alami
dialami setiap malam. Tanpa susah payah ketika waktu sudah menunjukkan
malam maka beberapa orang dalam waktu kurang dari 30 menit terbaring di
ranjang akan sudah mulai terlelap.
Ada memang beberapa yang
harus terjaga sampai dini hari tetapi kita mulai menetapkan ingin tidur,
tidak sulit baginya untuk tidur. Bahkan salah seorang teman pernah
berkata bahwa dirinya itu “pelor” alias nempel molor. Tentu orang-orang
seperti ini sangat beruntung.
Sayangnya banyak di antara kita
juga yang mengalami kesulitan tidur. Walaupun sudah bolak balik di
ranjang selama lebih dari sejam, perasaan kantuk tak kunjung datang. Ada
juga yang baru tertidur sejam lalu terbangun dan sulit tidur kembali.
Beberapa orang bahkan tidak mampu terus terlelap sampai pagi, paling
lama mereka tidur hanya 3 jam saja sehingga sering terbangun di dini
hari.
Kasus-kasus gangguan tidur yang dikategorikan insomnia ini
banyak ditemukan di dalam praktek sehari-hari. Dokter umum di Indonesia
saat ini diberikan kompetensi untuk mendiagnosis dan mengobati gangguan
insomnia. Sayangnya ternyata beberapa kasus insomnia tidak semudah teori
pengobatannya.
Beberapa yang termasuk insomnia kronis (lebih
dari sebulan) adalah termasuk kasus sulit yang mulai sulit disembuhkan
bahkan oleh spesialis kedokteran jiwa sekalipun.
Diagnosis tepat kuncinya
Gangguan
insomnia dapat didiagnosis di pelayanan primer. Dokter umum sebagai
dokter di lini terdepan pelayanan kesehatan masyarakat harus mampu
mendiagnosis gangguan insomnia secara tepat. Pasien gangguan insomnia
biasanya mengeluh keluhan sulit tidur atau sulit mempertahankan tidur.
Pada kasus-kasus yang biasanya datang ke dokter umum kebanyakan mungkin
lebih banyak kasus insomnia yang masih di bawah sebulan berlangsungnya.
Masalah medis umum yang mungkin bisa menyebabkan insomni juga perlu diselidiki teliti. Beberapa penyakit seperti jantung, diabetes,
reumatik, paru-paru dan gangguan nyeri kronis juga sering menjadi
penyebab insomnia. Pengobatan keluhan dasar dari insomnia ini sangat
berhubungan dengan keberhasilan pengobatan insomnianya juga.
Pengobatan
Pengobatan
untuk insomnia memang tidak langsung dengan obat-obatan anti-insomnia.
Sebaiknya dokter juga menilai pola tidur pasien. Sering kali ditemukan
masalah insomnia lebih terkait kebiasaan pasien yang pola tidurnya tidak
teratur dan sering kali juga menggunakan alkohol dan obat-obatan
narkotika secara sering.
Beberapa kasus insomnia pada anak muda
banyak dikaitkan dengan perilaku begadang yang sering dilakukan mereka.
Beberapa kasus pada pekerja shift juga sangat sering ditemukan. Pola
tidur ini termasuk dalam kesehatan tidur yang suka dilupakan pasien dan
juga dokter.
Pengobatan pada pasien insomnia pada awalnya lebih
ditujukan untuk membuat pasien tidur. Obat-obatan anti-histamin dan juga
anti mabuk berkendaraan sering disarankan pada kasus insomnia yang
awal. Beberapa literatur dari luar dan juga saran dari Food and Drug
Administration (FDA) di Amerika Serikat menyarankan pemberian anti
insomnia seperti zolpidem, estazolam dan ramelteon untuk membantu tidur.
Pada kasus-kasus lanjut usia ada beberapa saran menggunakan
melatonin sebagai upaya awal yang biasanya dihubungkan dengan kekurangan
zat ini pada pasien usia lanjut.
Pada praktiknya dokter di
pelayanan primer atau spesialistik lebih sering meresepkan obat
anti-cemas seperti alprazolam, clobazam, lorazepam dan diazepam untuk
mengatasi insomnia. Walaupun efektif, tetapi penggunaan anticemas untuk
kasus-kasus insomnia menunjukkan bahwa masalah insomnia yang dihadapi
berarti berhubungan dengan masalah kecemasan yang perlu ditindaklanjuti.
Masalah
lain terkait penggunaan obat anti-cemas saja untuk mengatasi insomnia
adalah bahwa obat ini sering menimbulkan toleransi (penambahan dosis)
dan juga kesulitan lepas darinya (ketergantungan). Beberapa pasien yang
mencoba lepas dari obat ini sering kali mengalami kesulitan terutama
untuk golongan alprazolam. Akhirnya pasien terus menerus memakai obat
untuk bisa tidur.
Sebagai
psikiater, saya lebih menangani kasus-kasus gangguan insomnia yang
kronis. Pasien yang datang dengan keluhan insomnia biasanya sudah lebih
dari 3 bulan mengalami gejala insomnia bahkan sering sudah
bertahun-tahun mengalami insomnia.
Mereka sudah mencoba berbagai
macam jenis pengobatan dengan obat-obatan dan juga berbagai macam
terapi alternatif lain seperti akupunktur, totok, pijat dan relaksasi.
Kasus-kasus sulit biasanya berkaitan dengan penggunaan obat anticemas
yang lama seperti penggunaan alprazolam yang lama.
Upaya yang
dilakukan biasanya adalah tetap menjaga kesehatan tidurnya. Pola tidur
bagaimanapun harus disesuaikan. Saya sering mendapatkan kasus-kasus yang
tidurnya memang baru bisa jam 2 pagi ke atas. Sulit sekali buat mereka
untuk bisa tidur di jam 12 malam ke bawah. Selain itu tidak mudah
mengganti obat atau mengurangi dosis obat yang selama ini biasa mereka
makan.
Kasus rebound (kembalinya sulit tidur setelah lepas obat)
sering dialami oleh pasien-pasien yang berusaha lepas dari obat yang
dimakannya. Cara lain adalah dengan penurunan dosis perlahan, penggunaan
obat antidepresan yang membantu tidur dan juga penggantian langsung
obat yang lebih panjang efeknya jika memungkinkan. Kasus-kasus berat
biasanya bahkan harus menggunakan 2 sampai 3 macam obat agar membuat
pasien setidaknya tidur dengan nyaman.
Selain dengan obat
sebenarnya keluhan atau diagnosis dasar pasien juga harus ditanggulangi
segera. Gangguan depresi dan cemas sering kali menjadi penyebab masalah
insomnia yang berkepanjangan. Pengobatan pada diagnosis dasarnya akan
sangat membantu pengobatan insomnianya sendiri.
Pola pikir pasien
juga harus diperbaiki. Kadang harapan pasien juga perlu disesuaikan.
Tidur yang cukup yang mungkin di pikiran pada umumnya orang adalah 7-8
jam, pada pengobatan kasus insomnia pasien sering kali disarankan untuk
bisa puas dengan tidur 5 jam per malam.
Kecemasan karena merasa
kurang tidur malah membuat semakin insomnianya bertambah berat. Tidak
heran pasien insomnia sering kali merasa cemas tidak bisa tidur bahkan
sejak masih siang hari. Saran untuk menjalani pengobatan tanpa perlu
memikirkan hal-hal lain di luar itu apalagi yang terkait kecemasan akan
sangat membantu proses perbaikan insomnia.
Jangan menunda untuk
berkonsultasi ke ahlinya jika mengalami kesulitan tidur. Walaupun
insomnia kronis sulit disembuhkan tetapi harapan perbaikan akan selalu
ada.
Salam Sehat Jiwa
0 komentar